Duration : 58 sec. | Views : 884 | Likes : 2 | Comment : 0
Kang Ibing pun Membaca Sajak Laporan oleh: Ratih Anbarini [Unpad.ac.id, 16/05] Siapa yang tak mengenal sosok Kang Ibing? Pelawak legendaris yang juga merambah dunia seni dakwah ini tidak hanya dikenal masyarakat tatar Sunda, tetapi juga masyarakat Indonesia. Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, yang mengenal pertama kali sosok pencinta buku itu di organisasi Daya Mahasiswa Sunda (Damas) mengaku mengagumi keahlian Kang Ibing dalam berseni. Kang Ibing (Foto: Dadan T.) "Dia adalah satu-satunya seniman yang menguasai begitu banyak talenta. Dia menulis puisi, menulis naskah drama, membuat syair lagu, membaca sajak, bahkan menjadi da'i, deklamator, dan ia juga dikenal sebagai komentator olahraga. Kang Ibing sosok yang multi talenta, sangat banyak kemampuannya," ujar Prof. Ganjar yang ditemui saat geladi bersih pagelaran "Wanoh Jero ka Kang Ibing" yang akan digelar Rabu (20/05), di Grha Sanusi Hardjadinata, Sabtu (16/05). Rektor mengungkapkan bahwa pagelaran tersebut sengaja ditujukan bagi Kang Ibing guna mengenalkan kepada masyakarat sosok Kang Ibing secara keseluruhan. Dalam pagelaran tersebut, Kang Ibing akan menampilkan sejumlah karya yang pernah dihasilkan semenjak dirinya menekuni dunia seni pada 1974. "Akan ada banyak acara bagus dalam pagelaran itu, seperti kakawen wayang, pencak, lagu-lagu yang pernah diciptakannya, dan masih banyak lagi," lanjut Rektor. Menurut Prof. Ganjar, selama ini masyarakat mengenal kemampuan seni Kang Ibing di permukaannya saja. Masyarakat banyak menyebut Kang Ibing sebagai pelawak dan pedakwah. Namun, kenyataannya pria kelahiran Sumedang ini mampu berkarya lebih dari sekadar guyonan. "Lawakannya sangat kontekstual dengan isu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat yang ia bawakan dengan gayanya sendiri. Itu artinya kan Kang Ibing benar-benar mengikuti perkembangan saat ini," kata Prof. Ganjar. Rektor juga mengungkapkan bahwa sulit menemukan sosok yang memiliki kekayaan seni layaknya Kang Ibing. Pelawak-pelawak saat ini, lanjut Rektor, hanya bisa berguyon karena menghafal skenario. Sementara Kang Ibing dapat melakukannya dengan sangat spontan, namun dengan kandungan makna yang dalam dan berisi. Zahir Zachri (Foto: Dadan T.) Kekaguman terhadap Kang Ibing juga disampaikan oleh teman karibnya sejak SMP, Zahir Zachri. Zahir mengatakan bahwa Kang Ibing adalah sosok yang memiliki sifat humor yang spontan, namun bukan sekadar penghibur konyol. Menurut Zahir, pria yang memulai kariernya sebagai pemain film "Si Kabayan" ini sangat pandai dalam menulis skenario untuk lakon. Begitu melimpahnya potensi dan kecerdasan yang Kang Ibing miliki, Zahir berpendapat, seharusnya hal itu dapat lebih banyak disumbangkan kepada masyarakat. "Kang Ibing yang punya kepekaan tinggi terhadap kondisi bangsa ini, kenapa tidak terjun saja ke dunia politik, misalnya dengan menjadi calon legislatif? Dengan aktif di politik kan, banyak hal buruk bisa diubah," saran Zahir pada Kang Ibing. Ketika ditanya tentang saran tersebut, Kang Ibing justru dengan tegas menolaknya. Menurutnya, masyarakat banyak lupa terhadap ujung tombak kehidupan bermasyarakat yang ada pada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Kang Ibing yang menjadi Ketua RW di daerah tempat tinggalnya ini mengatakan bahwa untuk mengubah masyarakat tidak perlu aktif di dunia politik seperti yang disarankan Zahir. "Yang selama ini saya lakukan adalah berdakwah lewat seni. Meski tidak melakukan riset tentang pengaruh dakwah pada masyarakat, tetapi saya yakin ada pesan yang sampai pada masyarakat," ujar Kang Ibing yang mengaku telah berdakwah hingga ke Australia, Korea, dan Jepang. Ditambahkannya, dalam pagelaran yang akan menampilkan seluruh karyanya itu, Kang Ibing juga akan memperlihatkan kepada penonton sisi lain dari kehidupannya berkesenian. Dewan Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Barat ini akan menunjukkan kepiawaiannya bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berdakwah, dan berkesenian mulai dari membaca puisi, menyair lagu, membuat naskah dan menyutradarai film, serta masih banyak lagi. Untuk itu, jadilah orang yang mengetahui sisi lain dari pemilik nama lengkap Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata ini melalui pagelaran apik berjudul "Wanoh Jero ka Kang Ibing" pada Rabu, 20 Mei 2009 di Grha Sanusi Hardjadinata, pukul 19.30 WIB. (eh)*

